I Have a Dream

28 Agustus 1963, 250.000 orang dari seluruh negara bagian di Amerika turun ke Mall di Washington DC. Mereka bersusah payah berkumpul di tempat itu hanya untuk mendengarkan pidato dari seorang Dr. Martin Luther King Jr. Pidato yang kemudia melegenda dan sangat tersohor "I Have a Dream". Mengapa pidato itu mampu menyihir seperempat juta warga Amerika? Lalu siapakah Luther King itu?

Dr. King bukanlah satu-satunya orang yang memperjuangkan kesetaraan, yang harus diubah untuk menyamakan hak-hak sipil yang tergerus oleh kesenjangan sosial karena perbedaan warna kulit. Dr. King juga bukan satu-satunya orang yang memiliki gagasan, cara agar keadilan sosial tercipta di tengah masyarkat, Banyak orang-orang lain yang memiliki gagasan seperti itu.

Namun Dr. King memiliki keyakinan yang holistik tentang MENGAPA harus memperjuangkan hak- hak itu, tentang MENGAPA gagasan-gagasan itu harus diwujudkan, yang tidak seorang pun saat itu kuat dan kokoh untuk tetap berdiri mempertahankan benteng-benteng keyakinannya. Banyak orang yang menyerah setelah mengalami kekalahan bertubi-tubi dalam perjuangannya. Namun Dr. King tetap kokoh di atas benteng keyakinannya. 

Apakah mereka datang untuk Dr. King? Tidak mereka datang untuk diri mereka sendiri. Itulah yang mereka percayai untuk menjadikan Amerika sebagai tempat tinggal yang nyaman, aman dan saling menghargai tanpa melihat perbedaan. 

Apakah mereka berkumpul untuk mendengarjan gagasan Dr. King? Tidak! Mereka datang untuk mendengarkan gagasan mereka sendiri untuk menghentikan ketidakadilan yang sedang terjadi di hadapan mereka. 

Dr, King sendiri hanyalah sebagai pengingat akan kepercayaan yang mereka junjung tinggi dan yang mereka impikan selama ini. Pidato Dr. King menjadi penyingkap kabut hitam yang menyelimuti keberanian untuk percaya bahwa perjuangan harus terus dilakukan. Hampir seperempat dari mereka yang hadir di tempat dari orang-orang berkulit putih.

Pidato itu kini menjadi legenda. Mengapa? sebab isi pidato itu tentang apa yang dia percayai, tentang apa yang mereka percayai dan tentang mengapa mereka harus percaya. Bukan tentang apa yang akan dia lakukan. I Have a Dream. Ini tentang sebuah tujuan, bukan sebuah rencana. Dr. King menawarkan sebuah tempat untuk dituju, bukan sebuah rencana untuk diikuti. I have a dream, bukan I have a plan.

Lebih dari segalanya, apa yang diberikan oleh Martin Luther King Jr kepada kita adalah sebuah kejelasan, sebuah cara untuk menjelaskan perasaan kita. Dia memeberi kita sesuaatu untuk dipercayai, sesuatu yang dengan mudah kita bagi untuk teman-teman. 

Dan setiap orang yang berada di sana pada hari itu memiliki kesamaan nilai dan kepercayaan. Terlepas dari warna kulit, ras atau jenis kelamin. Setiap orang yang berada di sana pada hari itu saling percaya. Kepercayaan itulah, ikatan kebersamaan itulah, keyakinan bersama itulah, yang menggerakkan suatu gerakan yang kelak mengubah suatu bangsa.


Sumber : Start with Why; Simon Sinek 


Posting Komentar

0 Komentar