Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi


Rhazes
Muhammad bin Zakaria Ar Razi lebih dikenal dengan sebutan Ar Razi adalah seorang ilmuwan muslim yang berasal dari Iran. Hidup di masa Bani Abbasiyah, tepatnya pada masa khalifah Al-Manshur (754-775 M), Harun Ar Rasyid (wafat (809 M), hingga masa Khalifah Al Makmun (813-833). Di Barat dikenal dengan nama Rhazes. Ia lahir di kota Rayy, Teheran, Iran pada 28 Agustus tahun 251 H/865 M  dan wafat 9 Oktober 313 H/925 M. 

Sejak kecil ia telah menunjukkan minat yang besar terhadap ilmu pengetahuan. Beberapa sumber menyebutkan Ar Razi lebih banyak memfokuskan pada tradisi intelektualisme di sekitar filsafat, logika, eksakta, sains dan kedokteran. Namun bidang yang terakhir di sebutkan inilah yang mendapat porsi khusus dari energinya di usia tua. Awalnya ia mempelajari ilmu pengobatan dari seorang ulama ahli pengobatan Hunayn bin Ishaq di Baghdad. Dia juga belajar ilmu kedokteran dari Ali ibnu Sahal at-Tabari, seorang dokter dan filusuf yang lahir di Merv yang bekerja sebagai pegawai kerajaan di bawah kekuasaan khalifah Abbasiyah, al-Mu'tashim.

Sekembalinya dari Baghdad, ia memutuskan untuk membaktikan diri kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kedokteran. Dalam waktu yang tidak lama, ia memperoleh perhatian khusus dari penguasa setempat lantaran kepakarannya. Reputasi dan kelebihannya menjadikan ia dipercaya oleh penguasa Iran saat itu untuk memimpin sebuah rumah sakit di Teheran. Setelah itu ia kembali ke Baghdad untuk mengembangkan kepakarannya di bidang ilmu kedokteran. Dan dipercaya oleh Khalifah Al Mansur untuk memimpin Rumah Sakit Al Muqtadari di Baghdad. 

Selama 35 tahun Ar Razi mempraktekkan ilmu kedokteran dengan dedikasi yang sangat tinggi. Ia berkeliling dari satu kota ke kota yang lain baik untuk mengobati pasien atau untuk mengajarkan ilmu kedokterannya. Kemampuan Ar Razi mempelajari dan mempraktekkan ilmu kedokteran dengan sangat cepat karena sebelumnya ia telah menguasai ilmu kimia. Banyak karya tulisnya hasil dari eksperimen di bidang kimia yang  menginspirasi ilmuwan-ilmuwan Barat. Ar Razi juga memberikan deskripsi ilmu kimia secara sederhana dan rasional. Ia orang pertama yang menemukan asam sulfat dan asam-asam lainnya dari hasil eksperimen zat-zat kimia. Ia juga yang menemukan  alkohol untuk fermantasi zat yang manis. 

Selain pakar di bidang kedokteran dan ilmu kimia, Ar Razi juga dikenal sebagai ahli filsafat dengan teorinya yang terkenal dengan 5 kekelan: materi, ruang, zaman, ruh, dan Tuhan. Gurunya di bidang filsafat yang pertama kali adalah Al Bakhi, seorang pengembara yang ahli di bidang filsafat. Guru keduanya adalah Abu Al Hasan ibn Raban At-Thabari.  

Ar Razi menulis lebih dari 200 buku tentang medis, farmasi, filsafat, kimia dan lainnya. Ia wafat tahun 313 H/925 M.  Sepanjang hidupnya Ar Razi mendedikasikan diri dan waktunya untuk belajar, menulis, meneliti dan menemukan berbagai teori dan temuan-temuan baru.  Beberapa yang dapat dijelaskan di sini adalah sebagai berikut: 

1)   Seni Menjaga Kesehatan ala Ar Razi 
     
Dalam bukunya Al Mansuri disebutkan ada 7 prinsip seni menjaga kesehatan: 
a)      Beraktivitas dan beristirahat secara seimbang, tidak berlebihan. 
b)      Makan dan minum seperlunya dan tidak berlebihan. 
c)      Menjaga pola hidup bersih dan sehat, terutama di lingkungan tempat tinggal. 
d)      Membiasakan hidup apa adanya dan tidak berlebihan 
e)      Istiqomah dalam beramal shalih dan meninggalkan perbuatan keji 
f)       Menjaga keseimbangan antara ambisi dan upaya mewujudkannya 
g)      Membiasakan berolah raga dan menjaga kesehatan fisik 

2)  Penemu Penyakit Campak dan Cacar Air 

Menurut Ar Razi cacar terjadi saat darah “mendidih” dan terinfeksi yang kemudian mengakibatkan keluarnya uap. Selanjutnya muncul ekstrak basah di permukaan kulit dan berubah menjadi bintik-bintik darah yang semakin banyak dan berwarna seperti anggur matang. Penyakit ini tidak hanya terjadi ketika anak-anak tapi juga dewasa. Cara terbaik untuk menghindari penyakit cacar adalah mencegah terjadinya kontak dengan penyakit tersebut, karena kemungkinan wabah cacar bisa menjadi epidemi.  

Buku Ar Razi yang mengupas tentang cacar dan campak adalah Al Judari wal Hasbah. Ini adalah buku pertama yang ditulis Ar Razi tentang cacar dan campak, yang kemudian banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan bahasa Eropa. 

3)   Metode Pengobatan ala Ar Razi 

Ar Razi memiliki cara yang unik dan khas dalam mengobati penyakit pasien, yaitu dengan pemanasan dan perangsangan saraf. Ini pertama kali dilakukan di dunia kedokteran. Cara seperti ini mirip dengan cara akupungtur yang sekarang popular dipraktekkan, yakni dengan cara penusukan noktah-noktah tertentu pada tubuh dengan stick besi yang runcing dan pipih dan telah dipanaskan dengan minyak mawar atau cendana.  

4)   Penggagas Etika Kedokteran 

Ar Razi berpendapat bahwa dokter tidak mungkin mengetahui jawaban atas segala penyakit dan tidak mungkin pula bisa menyembuhkan semua penyakit, maka dia menggagas pentingnya etika dalam dunia kedokteran : 
- Seorang dokter harus secara jujur menyatakan kelebihan dan kekurangan ramuan obat yang diberikannya. Tidak boleh memberikan informasi yang keliru kepada pasien tentang khasiat ramuan obat yang diberikannya. 
-  Seorang dokter tidak boleh berhenti belajar dan melakukan penelitian terhadap penyakit-penyakit sampai ditemukan obat yang cocok dengan penyakitnya. 
- Seorang dokter harus bersikap netral tidak mudah dipengaruhi oleh pihak manapun dalam menjalankan tugasnya sekalipun itu dari penguasa. Sebab tujuan utama profesi sebagai dokter adalah memberi manfaat seluas-luasnya kepada sesama manusia. 
-  Dokter tidak boleh dipersalahkan jika belum berhasil menyembuhkan  penyakit yang ditanganinya. Sebab memang ada penyakit-penyakit yang belum bisa disembuhkan seperti saat itu kanker dan kusta. 

5)  Instrumen dan Zat Kimia 

Ar Razi mengembangkan beberapa instrument kimia yang masih digunakan sampai saat ini. Seperti metode penyulingan dan ekstraksi yang mengantarkannya pada penemuan asam belerang. Temuan tersebut memberi jalan bagi pakar kimia Persia lainnya untuk menemukan asam mineral yang lainnya. 

Ar Razi terkenal sebagai ilmuwan yang menguasai metode dan prosedur pewarnaan benda perak agar terlihat seperti emas dan teknik sebaliknya yang mampu menghapus warna.

Dan masih banyak lagi temuan-temuan Ar Razi yang menjadi inspirator bagi ilmuwan-ilmuwan setelahnya terutama ilmuwan Barat. Beberapa buku karya Ar Razi yang menjadi rujukan para ilmuwan adalah : 
Hidup yang Luhur (Arab: الحاوي). 
Petunjuk kedokteran untuk masyarakat umum (Arab:من لا يحضره الطبيب)
Keraguan pada Galen
Penyakit pada anak

Demikian kupasan singkat tentang tokoh kita yang sangat luar biasa kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan temuan-temuan. Semoga kita mampu menjadi seperti beliau.

Posting Komentar

1 Komentar

DONAT-Q mengatakan…
ALhamdulillah, sangat bermanfat